Home Kabar Kabar Hutan Pertemuan Petersburg Temui Jalan Buntu
Pertemuan Petersburg Temui Jalan Buntu
Odik Boy / Wednesday, 05 May 2010 16:21

 

 

Dalam pertemuan yang ditutup Selasa (4/5) itu, belum ada kesepakatan tentang metode dan cara pengukuran dari kedua isu di atas. Namun, Menteri Lingkungan Jerman Norbert Roettgen mengatakan, ”Pertemuan ini telah memecahkan kebekuan (dialog) dan nilai pentingnya tak bisa diabaikan.”

Pertemuan itu berhasil mengatasi perasaan saling tidak percaya (distrust). ”Ini menjadi platform dari diskusi yang konstruktif. Ini kontribusi untuk membuka lagi kemungkinan sukses,” katanya.

Sejumlah anggota delegasi sepakat dengan pendapat tersebut. Mereka sepakat untuk menyelamatkan hutan di planet ini dan melakukan transfer teknologi dari negara kaya ke negara miskin.

Kanselir Jerman Angela Merkel menginisiasi pertemuan para menteri ini yang mewakili setiap wilayah yang hadir pada Pertemuan Para Pihak Ke-15 (COP-15) pada Konferensi Perubahan Iklim PBB di Kopenhagen, Denmark.

Ketika itu hadir perwakilan lebih dari 190 negara. Pertemuan di Kopenhagen diharapkan menghasilkan kesepakatan yang mengikat sebagai lanjutan Protokol Kyoto yang tahap pertamanya berakhir tahun 2012.

Namun, pertemuan tersebut hanya bisa menghasilkan catatan dari deklarasi politis Copenhagen Accord yang dimotori antara lain oleh Presiden AS Barack Obama. Copenhagen Accord mendapat tentangan dari sejumlah negara yang menolak mengasosiasinya, artinya tidak mau bergabung menyetujui.

Jurang antara negara industri dengan negara kekuatan ekonomi baru India dan China serta negara berkembang lainnya semakin lebar. Di dalam setiap kelompok pun masih terdapat perbedaan pendapat.

Menurut pejabat Greenpeace, langkah melawan pemanasan global masih amat jauh dari sukses. ”Secara mendasar, kondisi Kopenhagen belum berubah,” ujar ahli iklim Martin Kaiser. ”Amerika—yang belum meratifikasi Protokol Kyotot—tetap belum memiliki hukum terkait iklim, jadi tidak ada basis ambisius untuk mencapai kesepakatan internasional yang bisa membawa China dan India,” tambahnya.

Pertemuan para pihak ke-16 akan berlangsung di Cancun, Meksiko. Sekretaris Eksekutif Konvensi Kerangka Kerja PBB mengenai Perubahan Iklim Yvo de Boer mengatakan, di Cancun belum bisa didapatkan kesepakatan mengikat secara hukum.

Sementara itu, mantan Presiden Princeton University, Senin (3/5), ditunjuk sebagai ketua dari kelompok 12 ahli yang bakal mengkaji kembali kerja sains dari Panel Ahli Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) setelah ditemukan berbagai kesalahan dalam Assessment Report IV tahun 2007. (AP/AFP/ISW)

KOMPAS: 05 Mei 2010

 

 

Last Updated on Wednesday, 05 May 2010 16:28
Jikalahar

HIGHLIGHTS News Reviews

23/03/2010 ?Community Rejects Kampar Peninsula Conversion into Industrial Plantation

article thumbnail

PEKANBARU--MI: Community of Teluk Meranti Subdistrict, District Pelalawan, Riau, reject conversion for 300 thousands ha of 700 thousands ha from the remain  peat swamp forest in Kampar Peninsula  [ ... ]


17/02/2010 ?Today, 36 Hot Spot in Riau are detected

article thumbnail

In the last one week, hot spot in Riau start to increase. Last Tuesday (16/2), from total of  36 hotspot detected in Riau based  on NOAA 19 satellite observation most of hot spot in Riau loc [ ... ]


18/05/2010 ?Independent Expert Team Recommendation is Not MoF Decision; RAPP continuously Breaking Indonesia Law

article thumbnail

Pekanbaru, 18 May 2010 – Kampar Peninsula Rescue Supporting Team (TP2SK) criticized some statement which stated there is no conflict in Kampar Peninsula issue, and another information about  Mo [ ... ]


BANYAK CARA UNTUK ANDA DAPAT BERPARTISIPASI DALAM USAHA PENYELAMATAN HUTAN ALAM RIAU


HELEP200px

Pilih salah satu langkah berikut ini sebagai bentuk kepedulian anda terhadap peyelamatan hutan alam Riau.

JIKALAHARIForest Resque Riau Network

Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau

Sekretariat:
Jl. Angsa 1 No 4B
Kampung Melayu
Sukajadi, Pekanbaru 28000
Pekanbaru - Indonesia
Telp/Fax: +62 761 33979

Logo_EGP

logo_siemenpuu
patner
GEC3